Search Google

Thursday, 30 June 2016

Kian Maraknya Ransomware Bikin Perusahaan Perlu Pengamanan Berlapis




Serangan Ransomware atau pemerasan online dengan malware makin gencar tahun ini. Dan ketika data mereka terenkripsi oleh malware ini, ternyata tak sedikit perusahaan yang lebih rela untuk membayar tebusan,  alih-alih memperkokoh strategi pencegahan dini dari ancaman kejahatan siber demikian disebutkan Trend Micro. Berdasarkan data dari Institute for Critical Infrastructure Technology (ICIT), sepanjang 2015 korban kejahatan diperas antara $21 hingga $700 agar file-file penting perusahaan mereka yang dicuri bisa kembali. Data dari lembaga Internet Crime Complaint Center (IC3) FBI Amerika memperlihatkan adanya kerugian dengan total lebih dari $18 juta yang diakibatkan oleh varian ransomware CryptoWall berdasarkan laporan dari para korban sejak April 2014 hingga Juni 2015.

Ransomware bekerja dengan memasukkan malware dalam komputer korban. Malware ini lantas mengunci data di PC tersebut dengan enkripsi. Hanya hacker yang punya kunci enkripsinya, atau sebenarnya ia tak punya sama sekali. Sehingga meski Anda bayar tebusan, tak ada jaminan data akan kembali. Bagaimana malware ini dimasukkan dalam komputer Anda? Menurut Trend Micro, caranya bisa lewat phishing email maupun melalui beragam metode social engineering yang dirancang sedemikian licin sehingga target terpancing untuk mengklik tautan atau mengunduh file yang sudah disisipi dengan malware. Cara-cara menipu korban terus diperbarui agar makin tampak meyakinkan dan profesional.

Teknik penyusupan malware juga makin kreatif. Misal dengan memanfaatkan celah-celah kerentanan yang terdapat di macros5 dan scripts, sehingga tampilan crypto-ransomware yang mereka lancarkan seolah tampak profesional. Kadang mereka juga menambahkannya dengan fungsi-fungsi baru yang lebih canggih supaya membuat korban makin tak berdaya, misalnya dengan cara memodifikasi master boot record, crossing networks, dan crossing platforms pada sistem komputer korban-korban mereka.

Jenis ransomware baru bernama Maktub Locker bahkan bisa mencium di mana calon korban tinggal, jadi ketika ransomware ini dikirimkan mereka tak lupa mencatumkan alamat calon target supaya mereka terperdaya dan kiriman tersebut terlihat seolah-olah resmi berasal dari pihak-pihak yang berwenang. Bahkan lebih jauh lagi, dalang-dalang kejahatan siber yang sebelumnya terkenal gemar melancarkan jenis serangan yang berbeda, kini pun ikut terjun bergabung dengan komplotan yang memanfaatkan crypto-ransomware dalam melakukan aksi kejahatan siber.

Solusi untuk menghadapi makin maraknya penjahat cyber yang melakukan serangan Ransomware, dipercaya Trend Micro adalah dengan menerapkan sistem keamanan berlapis. Perusahaan dituntut untuk pandai dalam memitigasi risiko seefektif mungkin melalui pengecekan dan pemblokiran yang gencar. Empat lapis perlindungan dan keamanan tersebut adalah :

1. Proteksi email dan web – memungkinkan pencegahan ransomware bahkan sebelum mereka berhasil mendarat – baik itu melalui phishing email atau website jahat.
2. Endpoint – sejumlah ransomware ada kemungkinan masih bisa menerobos keamanan web/email gateway yang ada. Hal inilah yang menjadi alasan pentingnya menerapkan keamanan endpoint
3. Network – Ransomware memanfaatkan jalan masuk melalui jaringan dan selanjutnya menyebar ke segala penjuru melalui protokol jaringan yang lain. Untuk itulah IT perlu menerapkan sistem keamanan jaringan.
4. Server – Server merupakan bagian kritikal bagi IT perusahaan karena hampir semua data penting terdapat di situ. Penjahat siber getol memanfaatkan celah-celah kerentanan yang terbuka yang biasa mereka jadikan sebagai lubang untuk membidikkan ransomware. Untuk itulah, IT wajib memastikan terlindunginya setiap celah kerentanan yang terbuka yang belum tersedia tambalannya dari segala ancaman ransomware melalui virtual patching.

Selain itu, setiap organisasi dan masing-masing individu dituntut untuk selalu sigap dan membekali diri juga karyawan mereka dengan wawasan yang lengkap terkait keamanan dan perilaku menggunakan Internet yang aman. Tak lupa mereka harus menyiapkan pula backup otomatis, paling tidak tiga salinan untuk masing-masing file, dengan salinan paling tidak disimpan dalam dua format file berbeda, dan satu dari ketiga salinan tersebut ditempatkan secara offline di luar sistem – sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki, masih ada data cadangan yang aman dan bebas infeksi.(CHIP)



Sumber

Menyembunyikan Komputer Dari Orang Lain, Anda Tidak Lantas Aman Dari Resiko Internet


Untuk melindungi privasi mereka, pengguna internet yang paranoid menggunakan banyak cara untuk menyimpan data-data pribadi mereka dari pihak tidak bertanggungjawab yang  berkeliaran di dunia online, termasuk dengan cara menyembunyikan komputer mereka. Namun beberapa hasil penelitian dari Kaspersky Lab menunjukkan bahwa tidak cukup pengguna sekedar menyadari risiko yang ada, apalagi dengan menggunakan cara-cara yang salah untuk tetap aman ketika online.

Penelitian menunjukkan pengguna internet beralih ke sejumlah cara yang berbeda untuk menjaga privasi mereka aman. Satu dari lima pengguna (20%) mengakui bahwa mereka menutupi webcam mereka, dalam upaya untuk melindungi privasi mereka. Cukup berguna, tetapi penting bagi pengguna untuk mengetahui bahwa menutupi webcam tidak dapat mencegah intersepsi audio dan melindungi pengguna dari didengarkan oleh hacker atau kelompok berbahaya.

Lebih dari seperempat pengguna internet (28%) menyimpan data sensitif mereka pada perangkat yang tidak memiliki akses internet, sebuah pemikiran yang keliru apabila hal ini akan menjamin perlindungan terhadap data-data mereka. Namun, meskipun teori ini didasarkan pada logika, dan sangat penting untuk juga mengamankan cadangan data dari efek serangan ransomware, bahkan tanpa koneksi internet sekalipun sangat mungkin bagi perangkat untuk terinfeksi ketika terhubung dengan smartphone atau USB stick.

18% dari pengguna internet yang disurvei mengakui bahwa mereka mencoba untuk menghindari menggunakan situs-situs populer seperti Google dan Facebook karena informasi pribadi yang dikumpulkan oleh situs tersebut, meskipun fakta bahwa hal tersebut merupakan praktek yang normal di hampir semua situs web saat ini untuk melacak pengguna dan mengumpulkan beberapa data-data pengguna.

Selain itu, 8% pengguna yang paranoid mengaku menyembunyikan komputer mereka dari orang lain, meskipun hal ini tidak akan membantu melindungi mereka dari ancaman Internet. 7% juga mengatakan mereka menyisihkan waktu untuk log in, kemudian menghapus data kartu kredit ketika melakukan transaksi secara online, sebagai upaya mereka untuk membingungkan virus, meskipun faktanya malware, terutama keyloggers, tidak dapat dibuat bingung dengan cara ini.

Sementara beberapa menggunakan cara-cara yang ekstrim, tetapi tidak kuat. Statistik menunjukkan bahwa pengguna internet lainnya sangat kurang dalam hal ketangkasan cyber. Hanya 23% pengguna yang mengatakan mereka merasa ditargetkan secara online dan 23% mengatakan bahwa mereka tidak berpikir solusi keamanan diperlukan, memunculkan pertanyaan tentang kesadaran online mereka dan kemampuan untuk melindungi diri dari bahaya.

David Emm, Principal Security Researcher dari Kaspersky Lab mengatakan, "Temuan ini menunjukkan dua hal ekstrem - di satu satu sisi ada orang-orang yang berpikir mereka dapat menyimpan data mereka dengan aman, misalnya, menyembunyikan komputer mereka; namun di sisi lain masih ada orang-orang yang tidak mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan secara online. Orang-orang perlu menjadi lebih cerdas dan tangkas dalam hal cyber. Dengan solusi keamanan yang ada saat ini sangat mungkin untuk melindungi diri dari ancaman cyber, tanpa harus melakukan hal yang ekstrim seperti menyembunyikan komputer Anda."

Sangat mungkin bagi pengguna untuk melindungi diri dari ancaman online, tanpa harus melakukan cara-cara yang ekstrim dan bisa jadi tidak akurat. Kaspersky Internet Security, misalnya, dapat melindungi pengguna tanpa mempengaruhi kehidupan digital mereka. Fitur Webcam Protection untuk Mac dan Windows dapat menjaga privasi pengguna, sementara spesialis fitur anti-pelacakan - seperti fungsi Private Browsing - dapat membantu pengguna yang ingin menghindari dilacak oleh situs web - dengan menghilangkan data pengguna dari lalu lintas Internet.(CHIP)


Sumber

Penangkapan Kelompok Hacker Perbankan Rusia Penyebar Trojan Lurk


Para ahli Kaspersky Lab dan Sberbank, salah satu bank terbesar di Rusia, bekerja sama dengan Badan Penegakan Hukum Rusia dalam penyelidikan kelompok hacker Lurk hingga saat ini telah menghasilkan penangkapan terhadap 50 orang. Mereka yang ditahan diduga terlibat dalam penciptaan jaringan komputer terinfeksi yang mengakibatkan pencurian lebih dari 45 juta dolar (3 miliar rubel) dari bank, lembaga keuangan lainnya serta perusahaan sejak 2011. Hal ini menjadi penangkapan hacker terbesar yang pernah terjadi di Rusia.

Pada tahun 2011, Kaspersky Lab mendeteksi adanya aktivitas kelompok hacker terorganisir yang menggunakan Trojan Lurk – sebuah malware canggih, universal, dan multi-modular dengan fungsi yang luas untuk mendapatkan akses ke komputer korban. Kelompok hacker ini memiliki misi yang spesifik yaitu mencari cara agar dapat mengontrol layanan perbankan dari jarak jauh sehingga mereka bisa mencuri uang dari rekening para nasabah.

"Dari sejak awal, para ahli Kaspersky Lab memang terlibat dalam penyelidikan yang dilakukan oleh penegak hukum terhadap Lurk. Kami menyadari sejak awal bahwa Lurk merupakan sekelompok hacker Rusia yang membawa ancaman serius baik bagi organisasi maupun pengguna. Lurk mulai menyerang perbankan satu setengah tahun yang lalu; bahkan sebelumnya program jahat kelompok ini telah menargetkan sistem dari berbagai perusahaan serta konsumen.

"para ahli perusahaan kami segera menganalisa perangkat lunak berbahaya tersebut dan berhasil mengidentifikasi jaringan hacker di komputer dan server. Berbekal pengetahuan tersebut, Polisi Rusia bisa mengidentifikasi para tersangka dan mengumpulkan bukti kejahatan yang telah  mereka lakukan. Kami berharap dapat membantu pihak berwajib untuk menangkap lebih banyak lagi penjahat siber," ungkap Ruslan Stoyanov, Head of computer incidents investigation di Kaspersky Lab.

Selama proses penangkapan polisi Rusia berhasil mencegah pengiriman transaksi uang palsu senilai lebih dari 30 juta dolar (2,273 miliar rubel).

Apa itu trojan Lurk?
Dalam rangka menyebarkan malware, kelompok hacker Lurk menginfeksi berbagai situs web yang resmi dengan cara mengeksploitasi, termasuk media terkemuka dan situs berita. Korban hanya harus mengunjungi halaman website yang telah diretas dan kemudian terinfeksi oleh Trojan Lurk. Setelah berada di dalam PC korban, malware akan segera mulai mengunduh modul berbahaya tambahan yang memungkinkannya untuk mencuri uang korban.

Website media bukan satu-satunya target non-keuangan dari kelompok ini. Untuk menyembunyikan jejak mereka yang terdapat pada koneksi VPN, para penjahat juga menyusup ke berbagai perusahaan IT dan telekomunikasi, menggunakan server mereka untuk tetap anonim.

Trojan Lurk memiliki ciri khas, yaitu kode berbahaya mereka tidak disimpan di komputer korban, tetapi dalam random access memory (RAM). Juga, para pengembang mencoba untuk membuatnya sesulit mungkin bagi software anti-virus untuk mendeteksi Trojan. Jadi mereka memanfaatkan layanan VPN yang berbeda, jaringan Tor anonim, meretas titik koneksi Wi-Fi dan server milik organisasi TI yang mereka serang.

Pihak Kaspersky Lab mengingatkan perusahaan agar lebih memperhatikan langkah-langkah keamanan mereka dan secara teratur melakukan pemeriksaan keamanan infrastruktur TI, sehingga setidaknya mereka terlindungi dari kerentanan yang terdeteksi. Hal yang juga sangat penting adalah mengajarkan para karyawan dasar-dasar berperilaku cuber yang aman dan bertanggung jawab.

Selain itu, perusahaan perlu untuk segera menjalankan langkah-langkah keamanan sehingga memungkinkan untuk mendeteksi serangan ditargetkan yang sedang terjadi. Strategi terbaik yang dapat digunakan saat ini adalah menyempurnakan tindak pencegahan terhadap ancaman dengan melakukan investasi yang signifikan dalam pendeteksian dan respon terhadap ancaman. Bahkan serangan yang ditargetkan paling canggih sekalipun dapat terdeteksi yaitu melalui aktivitas abnormal serangan ketika dibandingkan dengan alur kerja bisnis yang normal.

Kaspersky Lab menawarkan solusi terbarunya yang dirancang untuk mendeteksi serangan yang ditargetkan mencakup sistem cerdas untuk menganalisis anomali yang terjadi, yakni Kaspersky Anti Targeted Attack Platform.

Kaspersky Lab mendeteksi Trojan Lurk sebagai Trojan.Win32.Lurk, Trojan-Banker.Win32.Lurk, Trojan-Spy.Win32.Lurk.


Sumber

GRAPHIC CARD : AMD Radeon RX480 Polaris




Jakarta - Pertarungan pada pasar graphics card memaksa para vendor untuk mengeluarkan produk terbarunya yang terbaik. Untuk mengeluarkan sebuah produk terbaru, tentu saja sebuah penelitian diperlukan lebih lanjut. Hal tersebutlah yang dilakukan oleh AMD dengan mengeluarkan graphics card terbarunya yang saat ini dikenal dengan nama Polaris.

Adalah AMD Radeon RX480 terbaru yang saat ini merupakan sebuah ujung tombak AMD dalam berperang para pasar graphics card. Pada graphics card terbarunya ini, AMD menjanjikan bahwa semua orang dapat bermain game serta merasakan VR. Hal tersebut tentu saja berarti bahwa yang akan merasakan bukan para enthusiast saja, tetapi para pengguna PC mainstream. Dan hal tersebut tentu saja membuat Polaris dapat dirasakan dengan harga yang lebih dapat dijangkau.

Saat ini, AMD memiliki sebuah strategi baru. AMD mengatakan bahwa sekitar 84 persen pengguna PC yang bermain game akan membeli graphics card dengan harga $100 sampai $300. 95% monitor yang dimiliki oleh para gamer pun juga masih menggunakan resolusi 1080p menurut Steam. Oleh karena itu, AMD membuat Polaris masuk pada pasar yang satu ini.

Arsitektur Polaris
AMD Radeon RX 480 dibuat pada proses pabrikasi 14nm dengan teknologi FinFET buatan GlobalFoundries. AMD mendesain Radeon RX480 dengan 35 Compute Unit dengan 2304 Radeon Core (576 core per blok) disertai dengan L2 cache memory sebesar 2 MB. Memorinya sendiri tersedia pada 4 atau 8 GB dengan bus memory sebesar 256 bit.

Dengan arsitektur terbarunya ini, AMD menjanjikan beberapa peningkatan yang lebih baik dibandingkan dengan graphics card terdahulunya, seperti Radeon R9 290. Seperti pada efisiensi shader, AMD mengklaim bahwa performanya meningkat sekitar 15% per Compute Unit.

Selain peningkatan performa, AMD juga meningkatkan efisiensi daya pada Polaris. AMD mengklaim bahwa nantinya Radeon RX 470 akan memiliki efisiensi sebesar 2.8x performa per watt dibandingkan Radeon R9 270. Hal ini tentu saja akan membuat RX470 lebih irit dibandingkan dengan pendahulunya.

AMD juga memiliki beberapa akselerator pada arsitektur terbarunya ini. AMD memasukkan dukungan terhadap VP9 serta HEVC 4K60 pada Polaris. Selain itu, RX480 juga akan mendukung HDMI 2.0b dan Display Port 1.4. Selain itu, RX480 juga memiliki feature bernama Quick Response Queue yang akan mengatur prioritas pekerjaan dan tentu saja akan membantu saat pengguna memakai feature VR pada graphics card ini.

Desain
Seperti pada kartu grafis reference lainnya, AMD mendesain kartunya yang memiliki ukuran 232 mm² dengan pendingin yang cukup besar. Kartu ini akan memakan dua slot PCI sehingga slot PCI express disebelahnya akan tidak dapat digunakan. Kartu ini sendiri membutuhkan sebuah konektor daya 6 pin.

Tidak seperti beberapa kartu grafis premium lainnya, kipas yang ada tidak akan mati saat berada pada load yang rendah. Akan tetapi pada saat kartu grafis sedang ada pada load yang tinggi, ternyata suara yang dihasilkan tidak terlalu bising, setidaknya saaat CHIP sedang mengujinya. Hal ini tentu saja menjadi sebuah nilai tambah dari kartu grafis ini.

Pada bagian ujungnya, karti ini memiliki beberapa port. Sayangnya, pengguna dengan monitor DVI mau tidak mau harus membeli sebuah converter. Pasalnya, RX480 hanya menyediakan tiga buah Display Port serta sebuah HDMI.

Kesimpulan
Pemberian harga pada kartu grafis ini memang merupakan sebuah poin AMD dalam penjualannya. Pihak AMD memberitahukan bahwa RX480 dengan memori 8GB akan berada pada harga tiga jutaan, yang berarti akan menyerang pada pasar NVIDIA GTX 960 dan 970. Walaupun begitu, kita harus masih melihat bagaimana kartu grafis ini dijual dipasaran nantinya.

Secara keseluruhan, performa dari kartu ini memang sangat baik. Terbukti pada rentang harga tiga jutaan, AMD Radeon RX480 dapat mengalahkan GT 960 di semua benchmark. Memang disayangkan, CHIP belum sempat mendapatkan sampel GTX 970 ke atas yang seharusnya dapat dibandingkan secara langsung. Walaupun begitu, kartu ini pun juga tidak akan mampu mengejar GTX 1080 yang baru saja diluncurkan oleh NVIDIA, yang memiliki harga hampir 3 kali lipatnya.

Oleh karena AMD mengejar pasar yang lebih besar, kinerja yang ada seperti ini sudah lebih dari cukup dalam bermain sebuah game. Dan jika kartu grafis ini banyak tersedia di pasaran, tentu saja akan membuat kartu grafis lainnya harus berada di gudang atau toko dalam jangka waktu yang cukup lama, sampai para produsen menurunkan harganya di bawah RX480.

Dalam urusan penggunaan daya, AMD memang belum sebaik NVIDIA, bahkan di kartu grafis GTX 960. Walaupun begitu, perbedaannya memang tidak sampai akan memakan biaya jutaan rupiah. Dengan rentang yang cukup kecil membuat Radeon RX480 dapat dikatakan cukup irit untuk sebuah kartu grafis yang memberikan kinerja tinggi.

Akhir kata, AMD Radeon RX480 memang merupakan sebuah kartu grafis yang sangat menawan untuk bermain game pada resolusi 1080p. Dan yang paling mengesankan adalah dengan harga yang lebih terjangkau, pengguna dijanjikan dapat menggunakan VR. Akan tetapi bagi yang belum memiliki dana cukup, bisa menunggu sampai RX470 dan RX460 tersedia dipasaran.



 






Kelebihan
+ Kinerja tinggi
+ Harga lebih terjangkau
+ HDMI 2 dan Display Port 1.4
+ Menjanjikan VR
+ Tidak terlalu bising

Kekurangan
- Belum sekencang lawannya dengan arsitektur baru
- Tidak ada DVI, membuat pemilik monitor lama harus berpindah

Spesifikasi
Arsitektur    Polaris 10XT
Instruction Set    GCN 4.0
Compute Unit    36
Stream Processor    2304
GPU Clock    1120 MHz
GPU Boost Clock    1266 MHz
Memori    8 GB GDDR5
Memory Clock    2000 MHz
Bus Size    256 bit
Interface    PCIe 3.0 x16
TDP    150 Watt
 

Harga 
+/- USD 200

Sumber

Monday, 27 June 2016

10 Game Android Favorit 2016

1. Minecraft – Pocket Edition
Game ini difokuskan pada kreativitas dan pembangunan, yang memungkinkan pemain untuk membangun konstruksi dari kubus bertekstur dalam dunia 3D. Terdapat 4 mode dalam game ini yakni Survival,. Creative, Hardcore, dan  Mode Penonton (Spectator), di mana pemain tidak berbenturan dengan blok, dan mampu melihat, namun tidak berinteraksi dengan blok. Pada ajang Game Developers Choice Awards 2011, Minecraft menang dalam semua nominasi Best Debut Game, Best Downloadable Game and Innovation Award.

2. Clash of Clans
Game strategi ini menuntut pemain untuk dapat mempertahankan wilayah kekuasaanya dari serangan musuh. Namun tidak semudah itu karena di sini pemain dituntut untuk merancang strategi jitu agar serangan musuh tidak merusak desanya. Developernya Supercell sukses mengembangkan game ini hingga telah didownload di play store hingga 100 juta pemain.

3. Line Gets Rich
Masih ingat dengan game Monopoli? game get rich ini nampaknya mengadopsi permainan tersebut dari manual menjadi mobile. Di game ini Anda juga dapat mengoleksi wilayah-wilayah yang disediakan dengan berjalan menurut alur dadu. Game multi player terbesar di Indonesia apalagi dengan koneksinya dengan pengguna line menambah keramaian pemain di sini. Game ini masih barada di urutan pertama sebagai Top Free Games di Play Store.

4. Pou
Pou ini merupakan permainan virtual pet. Pada game ini pemain diharuskan merawat karakter lucu bernama Pou didalam permainan. Seperti memberi makan, memandikan dan mengajaknya bermain. Seiring itu, level Anda akan bertambah dan mampu membuka fitur fitur yang terkunci dalam game ini.   Game ini terus bertahan di empat besar top free games di play store.

5. Asphalt 8 : Airborne
Best Mobile Game App 2015 di ajang Global Media Awards 2015. Gameloft sukses mengembangkan game balapan mobil ini ke grafis yang memikat, kontrol yang inovatif dan menarik untuk dimainkan terus menerus.

6.Subway Surfers
Game Subway Surfers mengajak pemain untuk menghindari kejaran anjing satpam dan jalan yang Anda lalui adalah rel kereta, dan anda harus berlari di tengah rel kereta tersebut. Sudah didownload 100 juta pemain di Play Store game ini jadi bukti pilihan menarik mengatasi kebosanan Anda.

7. Angry Bird
Siapa yang tidak kenal dengan game yang satu ini. Game yang dibuat oleh Rovio Entertaiment dari Finlandia ini masuk dalam kategori game terbaik dan terpopuler. Terbukti di tahun 2012  karena masuk Best Mobile App for Consumer di ajang Global Media Awards. Sampai sekarang popularitas seri Angry Birds masih sulit dikalahkan oleh pesaingnya di Play Store.

8. QuizUp
QuizUp merupakan game kuis multiplayer . QuizUp sendiri sudah masuk ranking nomer 1 pada Trivia app on Google Play di 14 negara termasuk including the USA, Kanada dan India. Di game ini pula, pemain akan ditantang  untuk melawan temannya atau melawan 25 juta pemain QuizUp yang berasal dari seluruh dunia. Terdapat 400.000 pertanyaan lebih dari 550 topik kuis. Setiap minggunya akan ada kuis update terbaru bagi para pemain. Temukan kuis spesialisasi Anda di game
ini dan Anda akan menemui banyak fakta menarik.

9. Plants vs Zombie Plants vs. Zombies 2: It’s About Time
Game ini merupakan permainan video tower defense yang dikembangkan PopCap Games dan diterbitkan Electronic Art. Sekuel dari Plants vs. Zombies ini berhasil memenangkan Best Mobile Game 2013 versi Mashable dan Game of the Year 2013 versi Slide to Play. Sampai sekarang game ini terus bercokol di papan tangga atas yang paling sering diunduh di Play Store.

10. Candy Crush Saga
Setiap level memiliki tampilan permainan yang dipenuhi oleh permen beraneka warna dengan berbagai rintangan. Langkah dasar permainan ini adalah menukar atau membalikkan posisi permen yang berdekatan secara vertikal atau horizontal untuk menciptakan barisan permen dengan tiga atau lebih warna yang sama. Sangking populernya game ini bahkan diklaim oleh developernya King ,bahwa telah diinstal di  500 juta kali di iOs, Facebook dan Android.


Sumber